Tepat pukul 18:00 WIB handphone Qiqi berbunyi, sebuah nada
dering sholawat di handphonenya mulai berdering. Qiqi yang selesai sholat
maghrib di ruang tengah segera berlari ke kamar Ana, teman satu kosnya.
“An, hapeku nak endi???”, kata Qiqi yang belum sempat melepas
mukenah yang di kenakannya.
“Mbo’e low wah. Gak sabaran seru oen. SMS teko sopo seh? Jok
ngomong teko Zen?”, kata Ana dengan emosi yang meluap-luap saat memberikan Hp
yang di pegangnya ke Qiqi. Mbo’e adalah panggilan kesayanagan anak SMANSI (SMA
NEGERI 1 SIDAYU) untuk Qiqi. (kembali keeeeeee cerita low bukan leptopnya Om
Tukul ya! J)
Maklum, Ana udah bosan
dengan nama Zen bagi kehidupan Qiqi. Qiqi adalah anak SMA Negeri 1 Sidayu,
seorang gadis yang tak cantik tapi cukup manis. Dia tinggal di sebuah kos tepat
di seberang sekolahnya.
Qiqi tak mengiraukan perkataan yang dilontarkan oleh Ana, ia
malah asyik membuka SMS yang didapatnya. Sambil tersenyum tak jelas, wajah Qiqi
mulai memerah di saat Mbak Oca datang. Mbak Oca adalah anak dari Ibu kos yang di
tinggali oleh Qiqi dan Ana. Sebenarnya bukan hanya Qiqi dan Ana saja penghuni
kos itu namun ada seorang gadis lagi yang tidak begitu di sukai Qiqi dan Ana,
dia adalah Iza. Biasanya di panggil Qiqi dengan sebutan Ija, mungkin panggilan
kesayangan Qiqi untuk Iza alias Ija kale yeeee...
“Heh, lapo ngguya-ngguyu gak jelas koyok ngono iku?”, tanya Mbak
Oca yang bingung melihat Qiqi tersenyum-senyum sendiri.
“Lagek seneng mbak. Biasa jek tas jadian ambek Zen”. Jawab Ana asal-asalan
yang tengah asyik menulis tugas PLH.
“Akh, Anaaaa. Aku ambek Zen nggak pacaran ndang. Cuman ndewek
podo senenge tok”, jawab Qiqi yang tersipu malu. Tapi itulah yang ia rasakan.
Mbak Oca yang bingung harus mempercayai siapapun berlalu meninggalkan mereka
berdua dan pergi ke kamar Ija. Selang beberapa menit kemudian, Qiqi sudah
bergegas ke bawah untuk makan malam. Perutnya sudah mulai bernyanyi karena
telah lelah berSMSria dengan Zen.
“Heh, ninggalno aku eo?”, teriak Ana dari lantai atas. Qiqi yang
membalas SMS dari Zen hanya tertawa geli dan meneruskan mengambil nasi dan
ikan. Tak lama setelah Qiqi mengambil makanannya, Ana, Mbak Oca dan Ija turun
menemui Qiqi. Dengan tampang sebal, mereka tunjukkan kepada Qiqi yang
senyum-senyum mendapat SMS dari Zen.
“PJ”. Teriak Ija yang membuat Ana dan Mbak Oca tertawa. Tapi
tidak bagi Qiqi yang langsung mengekspresikan wajah yang sebal.
***
Pagi yang cerah bagi Qiqi, tanggal 2 November 2010. Qiqi berlari
mengahampiri Iin di depan kelasnya. Dengan tergesa-gesa dan nafas yang
engap-engapan. Qiqi berhasil sampai di depan kelas dan duduk di depan Iin.
“Huh, lapo seh? Ngongkon nak sekolah ndang isuk-isuk?”, tanya
Qiqi yang masih engap setelah berlari-lari dari depan sekolah menuju depan
kelas yang jaraknya cukup jauh. Maklum, dia terbiasa datang telat paling lambat
masuk jam 07:00 dan sekarang harus masuk jam 06:15. Pantas saja dia mengomel, Iin
hanya tersenyum dan memandangi Qiqi lekat-lekat. Qiqi yang bingung dengan sikap
Iin langsung manyun 5m (ngalah-nagalahin Platiphus
saja J).
“Selamat yo mbo’e!”. Kata Iin dengan senyum yang mengembang
jelas di wajahnya. Membuatnya tambah bingung.
“Selamat lapo? Jelaskan dan sebutkan minimal 1 jawaban saja!”,
jawab Qiqi dengan logat yang kocaknya. (bingung-bingung gitu masih
sempet-sempetnya yang namanya mbanyol L)
Akhirnya Iin menunjukkan SMS Zen ke dia. Ternyata sejak tanggal
1 November 2010. Zen dan Qiqi telah resmi jadian, setelah membaca SMS Zen ke
Iin. Qiqi hanya terdiam dan dilanjutkan dengan gelak tawa. Dia tak percaya apa
yang dia inginkan selama ini terjadi juga. Dia pernah membayangkan kalau dia
mendapat surat cinta dari Zen yang dia antarkan langsung menemui Qiqi di
sekolah Qiqi. Waktu itu sampul surat cinta itu berwarna pink. Sebuah warna yang
di benci oleh Qiqi tapi cukup untuk melambangkan cintanya kepada Qiqi.
Iin merasa malu karena
gelak tawa Qiqi yang membuat orang-orang melihat ke arahnya memilih untuk
meninggalkan Qiqi dan berniat untuk pergi ke kantin. Qiqi yang berbahagia hanya
melihat Iin berlalu dari hadapannya tanpa merasa marah sedikitpun karena
ditinggal oleh Iin. Ia malah memandangi Iin yang beranjak pergi dari hadapannya
dan tak tampak lagi. J (Qiqi yang
aneh)
***
Tangan Qiqi tidak henti-hentinya menari di atas keypad Hpnya.
Dengan senyum yang mengembang jelas di wajahnya. Afif yang akrab di panggil
Apep itu merasa aneh dengan ekspresi dari Qiqi. Dia berada di menghampri Qiqi
dan memanggilnya, namu tidak di hiraukan oleh Qiqi. Ia malah tertawa
terbahak-bahak saat membaca SMS dari Zen. Apep yang berniat untuk memanggilnya
untuk kedua kalinya mengurungkan niatnya dan hanya berlalu dari hadapan Qiqi.
Pelajaran TIK berlangsung, Qiqi sedari tadi hanya SMSan saja.
Apep menghampirinya dan menegurnya agar memperhatikan pelajaran yang di berikan
oleh Pak Syaifuddin atau akarab di panggil Pak Udin.
“Pep, dadi partnerku TIK eo?”, tawar Qiqi kepada Apep dengan
senyuman manisnya.
“Iyo”, jawab Apep singkat. Merekapun menjadi partner tugas TIK,
Qiqi yang sedari tadi tidak mendengarkan apa yang diterangkan oleh Pak Uddin
hanya menuruti perkataan Apep saja.
***
Hari berganti dengan hari seiring dengan putaran jam dan detakan
detik yang terus berjalan tanpa lelah. Hubungan Qiqi dan zen telah berjalan 4 bulan sudah. Meski dalam hubungan mereka penuh dengan konflik namun Qiqi begitu mencintai Zen. Sangat-sangat dan sangat mencntai Zen dan ia tak ingin kehilangan Zen. Tepat tanggal 9 Maret 2011 di malam hari, Qiqi yang bingung dengan ujian yang menanti esok hari hanya mampu memanyunkan mulutnya yang udah manyun se manyun-manyunnya.(alay dikit J)
Qiqi tiap menit melihat HPnya dan berharap pangerannya itu membalas SMSnya. Dan nada sholawat di ponselnya berdering. Dengan senyum mengembang ia mengambil HPnya dan SMS ria dengan Muhammad Zainal Arief or Zen. Lama berlagsung hingga ia lupa bahwa besok adalah ujian yang begitu menegangkan.
Dan ia berhenti SMS saat Zen dan Qiqi bertengkar hanya masalah sepele, karena Qiqi tidak mau belajar. dan di malam yang sunyi itu pula Zen MEMUTUSKAN Qiqi.
Malam yang penuh derai air mata dan membuatnya tidak dapat tidur hingga pagi menjelang. Dan keesokan harinya,,,,,,,,,,,,,,,,
BERSAMBUNG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar