Senin, 21 November 2011

SMA Penuh Cinta Part I

Tepat pukul 18:00 WIB handphone Qiqi berbunyi, sebuah nada dering sholawat di handphonenya mulai berdering. Qiqi yang selesai sholat maghrib di ruang tengah segera berlari ke kamar Ana, teman satu kosnya.
“An, hapeku nak endi???”, kata Qiqi yang belum sempat melepas mukenah yang di kenakannya.
“Mbo’e low wah. Gak sabaran seru oen. SMS teko sopo seh? Jok ngomong teko Zen?”, kata Ana dengan emosi yang meluap-luap saat memberikan Hp yang di pegangnya ke Qiqi. Mbo’e adalah panggilan kesayanagan anak SMANSI (SMA NEGERI 1 SIDAYU) untuk Qiqi. (kembali keeeeeee cerita low bukan leptopnya Om Tukul ya! J)
 Maklum, Ana udah bosan dengan nama Zen bagi kehidupan Qiqi. Qiqi adalah anak SMA Negeri 1 Sidayu, seorang gadis yang tak cantik tapi cukup manis. Dia tinggal di sebuah kos tepat di seberang sekolahnya.
Qiqi tak mengiraukan perkataan yang dilontarkan oleh Ana, ia malah asyik membuka SMS yang didapatnya. Sambil tersenyum tak jelas, wajah Qiqi mulai memerah di saat Mbak Oca datang. Mbak Oca adalah anak dari Ibu kos yang di tinggali oleh Qiqi dan Ana. Sebenarnya bukan hanya Qiqi dan Ana saja penghuni kos itu namun ada seorang gadis lagi yang tidak begitu di sukai Qiqi dan Ana, dia adalah Iza. Biasanya di panggil Qiqi dengan sebutan Ija, mungkin panggilan kesayangan Qiqi untuk Iza alias Ija kale yeeee...
“Heh, lapo ngguya-ngguyu gak jelas koyok ngono iku?”, tanya Mbak Oca yang bingung melihat Qiqi tersenyum-senyum sendiri.
“Lagek seneng mbak. Biasa jek tas jadian ambek Zen”. Jawab Ana asal-asalan yang tengah asyik menulis tugas PLH.
“Akh, Anaaaa. Aku ambek Zen nggak pacaran ndang. Cuman ndewek podo senenge tok”, jawab Qiqi yang tersipu malu. Tapi itulah yang ia rasakan. Mbak Oca yang bingung harus mempercayai siapapun berlalu meninggalkan mereka berdua dan pergi ke kamar Ija. Selang beberapa menit kemudian, Qiqi sudah bergegas ke bawah untuk makan malam. Perutnya sudah mulai bernyanyi karena telah lelah berSMSria dengan Zen.
“Heh, ninggalno aku eo?”, teriak Ana dari lantai atas. Qiqi yang membalas SMS dari Zen hanya tertawa geli dan meneruskan mengambil nasi dan ikan. Tak lama setelah Qiqi mengambil makanannya, Ana, Mbak Oca dan Ija turun menemui Qiqi. Dengan tampang sebal, mereka tunjukkan kepada Qiqi yang senyum-senyum mendapat SMS dari Zen.
“PJ”. Teriak Ija yang membuat Ana dan Mbak Oca tertawa. Tapi tidak bagi Qiqi yang langsung mengekspresikan wajah yang sebal.
***
Pagi yang cerah bagi Qiqi, tanggal 2 November 2010. Qiqi berlari mengahampiri Iin di depan kelasnya. Dengan tergesa-gesa dan nafas yang engap-engapan. Qiqi berhasil sampai di depan kelas dan duduk di depan Iin.
“Huh, lapo seh? Ngongkon nak sekolah ndang isuk-isuk?”, tanya Qiqi yang masih engap setelah berlari-lari dari depan sekolah menuju depan kelas yang jaraknya cukup jauh. Maklum, dia terbiasa datang telat paling lambat masuk jam 07:00 dan sekarang harus masuk jam 06:15. Pantas saja dia mengomel, Iin hanya tersenyum dan memandangi Qiqi lekat-lekat. Qiqi yang bingung dengan sikap Iin langsung manyun 5m (ngalah-nagalahin Platiphus saja J).
“Selamat yo mbo’e!”. Kata Iin dengan senyum yang mengembang jelas di wajahnya. Membuatnya tambah bingung.
“Selamat lapo? Jelaskan dan sebutkan minimal 1 jawaban saja!”, jawab Qiqi dengan logat yang kocaknya. (bingung-bingung gitu masih sempet-sempetnya yang namanya mbanyol L)
Akhirnya Iin menunjukkan SMS Zen ke dia. Ternyata sejak tanggal 1 November 2010. Zen dan Qiqi telah resmi jadian, setelah membaca SMS Zen ke Iin. Qiqi hanya terdiam dan dilanjutkan dengan gelak tawa. Dia tak percaya apa yang dia inginkan selama ini terjadi juga. Dia pernah membayangkan kalau dia mendapat surat cinta dari Zen yang dia antarkan langsung menemui Qiqi di sekolah Qiqi. Waktu itu sampul surat cinta itu berwarna pink. Sebuah warna yang di benci oleh Qiqi tapi cukup untuk melambangkan cintanya kepada Qiqi.
Iin  merasa malu karena gelak tawa Qiqi yang membuat orang-orang melihat ke arahnya memilih untuk meninggalkan Qiqi dan berniat untuk pergi ke kantin. Qiqi yang berbahagia hanya melihat Iin berlalu dari hadapannya tanpa merasa marah sedikitpun karena ditinggal oleh Iin. Ia malah memandangi Iin yang beranjak pergi dari hadapannya dan tak tampak lagi. J (Qiqi yang aneh)
                                                                ***
Tangan Qiqi tidak henti-hentinya menari di atas keypad Hpnya. Dengan senyum yang mengembang jelas di wajahnya. Afif yang akrab di panggil Apep itu merasa aneh dengan ekspresi dari Qiqi. Dia berada di menghampri Qiqi dan memanggilnya, namu tidak di hiraukan oleh Qiqi. Ia malah tertawa terbahak-bahak saat membaca SMS dari Zen. Apep yang berniat untuk memanggilnya untuk kedua kalinya mengurungkan niatnya dan hanya berlalu dari hadapan Qiqi.
Pelajaran TIK berlangsung, Qiqi sedari tadi hanya SMSan saja. Apep menghampirinya dan menegurnya agar memperhatikan pelajaran yang di berikan oleh Pak Syaifuddin atau akarab di panggil Pak Udin.
“Pep, dadi partnerku TIK eo?”, tawar Qiqi kepada Apep dengan senyuman manisnya.
“Iyo”, jawab Apep singkat. Merekapun menjadi partner tugas TIK, Qiqi yang sedari tadi tidak mendengarkan apa yang diterangkan oleh Pak Uddin hanya menuruti perkataan Apep saja.
***
Hari berganti dengan hari seiring dengan putaran jam dan detakan detik yang terus berjalan tanpa lelah. Hubungan Qiqi dan zen telah berjalan 4 bulan sudah. Meski dalam hubungan mereka penuh dengan konflik namun Qiqi begitu mencintai Zen. Sangat-sangat dan sangat mencntai Zen dan ia tak ingin kehilangan Zen. Tepat tanggal 9 Maret 2011 di malam hari, Qiqi yang bingung dengan ujian yang menanti esok hari hanya mampu memanyunkan mulutnya yang udah manyun se manyun-manyunnya.(alay dikit J)
Qiqi tiap menit melihat HPnya dan berharap pangerannya itu membalas SMSnya. Dan nada sholawat di ponselnya berdering. Dengan senyum mengembang ia mengambil HPnya dan SMS ria dengan Muhammad Zainal Arief or Zen. Lama berlagsung hingga ia lupa bahwa besok adalah ujian yang begitu menegangkan.
Dan ia berhenti SMS saat Zen dan Qiqi bertengkar hanya masalah sepele, karena Qiqi tidak mau belajar. dan di malam yang sunyi itu pula Zen MEMUTUSKAN Qiqi.
Malam yang penuh derai air mata dan membuatnya tidak dapat tidur hingga pagi menjelang. Dan keesokan harinya,,,,,,,,,,,,,,,,
                                                                     
BERSAMBUNG



Tidak ada komentar:

Posting Komentar